22 Juni 2011

0

14 Kembang Bang Tamsi = Penasaran + Penjelasan

  • 22 Juni 2011
  • humas
  • Bagikan
  •  Print Page
  • oleh: Hendra Dj
    SELASA tepatnya tanggal 15 Juni, sebuah tautan dari Facebook Egi Mokoginta masuk di ponsel saya, kurang lebih menyebut soal mandi kembang Sekkab Bolsel di blog kronik mongondow, Maklum karena hanya menggunakan paket hemat (Pahe) ponsel saya sulit mencari tau detail isi blog tersebut. Karuan saja, multi tafsir menghinggapi alam sadar saya ditambah bonus penasaran.

    Bersamaan itu, saya ditugaskan mengumpulkan data dan dokumentasi Bencana di Kecamatan Posigadan, dilanjutkan dengan pembuatan posko bantuan tepatnya di Desa Botuliodu, sebagai akses terakhir jalur darat (setelah jalan Nunuka Raya ambrol dihantam banjir demikian juga jembatan Milangodaa Barat yang hanyut). Dalam tugas itu, rasa ingin tahu terus menghantui dan berharap tugas ini segera berakhir.

    Namun apa dinyana, sebagai staf di Bagian Humas Setda Bolsel, ada tugas berantai yang harus diselesaikan, diantarnya mendampingi Kabag Humas Ahmadi Modeong SPd dan SKPD lainnya menyalurkan bantuan bencana alam di Posko Bantuan Bencana Kecamatan Posigadan. Sabtu 18 Juni kemarin, sebenarnya tugas itu telah usai, dan inginnya Malam Mingguan nanti bisa membaca artikel Bang Tamsi (Sebuatn Ta’zim Buat Abang Katamsi Ginano).

    Apa mau dikata seorang anggota DPRD Bolsel dari Fraksi Nusantara Almarhum Rusdin Ruchban MBA, meninggal dunia di Jakarta, saat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD, dan Bupati menghadiri pemakannya di Desa Momalia Kecamatan Posigadan. Entah tersugesti dengan rasa penasaran tulisan Bang Tamsi, hingga ombak dahsyat yang hanya bisa dilalui nelayan bernyali itu, tak membuat ciut saat menuju tanjung Mamalia yang dikenal arusnya luar biasa ganas.

    Setelah prosesi pemakaman usai rombongan Bupati bertolak kembali ke Ibukota Bolsel, Kabag Humas bermurah hati mengantarkan saya pulang ke Doloduo untuk melepas penat, untuk menampung energi pada pekerjaan selanjutnya Senin nanti. Sayangnya,lagi-lagi rasa penasaran itu tak bisa dihapus dalam memori, sehingga saya menuju warnet untuk membuka laman kronik mongondow.

    Dan benar saja, semua jadi terang benderang dan ada hal yang ternyata harus dijelaskan. Tanpa maksud apa-apa, ternyata rasa penasaran saya, kurang lebih sebelas-duabelas dengan Bang Tamsi. Bedanya, saya penasaran dengan tulisan yang belum dibaca, sedangkan Bang Tamsi penasaran dengan maksud dan pesan yang ingin disampaikan lewat prosesi tambahan pelantikan Sekkab Bolsel, lengkap cantolan kontradiktifnya.
    Saya kemudian menangkap, ada ruang diskusi yang dibuka Bang Tamsi (untuk menjelaskan prosesi tambahan itu). Bagi saya memiliki kesempatan seperti ini, punya arti dan kebanggan tersendiri, karena mengikuti dan menangkap maksud Bupati Bolsel saat pelantikan Sekkab Bolsel ini. Kata orang bijak, Kesempatan hanya datang satu kali.

    Integritas Sekkab dan Paradigma Baru Humas
    Tak lebih Bupati menginginkan adanya tradisi dan budaya yang kuat di Bolsel, sebagaimana visi kabupaten di selatan Bolmong ini, yakni untuk mewujudkan Bolsel yang religius, berbudaya, maju dan sejahtera. Menurut Bupati, Sekkab adalah jabatan strategis dan tertinggi PNS, sehingga prosesi ini bertujuan agar Sekkab bisa mengharumkan nama Bolsel, sebagai daerah yang baru otonom.

    Prosesi tambahan ini akan menjadi tradisi setiap pelantikan Sekkab definitif, juga untuk memantik rasa persatuan (solidaritas) dan semangat PNS Bolsel dalam rangka membangun daerah yang hingga kini masih berkutat dengan persoalan bencana. Agar tak jauh terjerembab dalam opini pribadi (saya), sebaiknya saya akan mengulas dari sisi tugas pokok dan fungsi kehumasan yang kini saya geluti.

    Jika menelisik Paradigma Baru Humas dan kelahirannya, lazimnya Organisasi Pemerintah Cenderung melaksanakan fungsi Corporate Public Relation (CPR) terutama karena untuk melayani informasi kepada publik internal dan publik eksternal. Intinya, apapun yang dilakukan Pemkab bolsel harus dikemas Humas agar bisa semenarik mungkin dan layak publikasi dan tertayng di media masa baik cetak maupun elektronik.
    Prosesi tambahan saat pelantikkan Sekkab Bolsel tak lain merupakan program aksi, sehingga kegiatan Pemkab tak monoton. Mislanya; akan lebih baik jika pelantikan dirangkaikan dengan program aksi berupa kegiatan sosial, budaya yang tentunya taat azas, baik aturan dan perundang-undang, syariat agama dan budaya. Tak berlebihan jika pelantikan Sekkab Bolsel kemudian dirangkai dengan mandi 7 kembang di tengah guyuran hujan ditambah mandi madu.

    Maksudnya, menghidupkan kembali kearifan lokal yang telah dibangun para leluhur, agar bermakna dan mengandung nilai-nilai budaya. Tentunya tak ada yang sempurna dan prosesi tambahan ini merupakan sebuah awal, yang tentunya butuh perbaikan, inovasi dan studi khusus (tentunya butuh support dan sokongan ide pemikiran brilian Bang Tamsi untuk mengeksplorasinya), sehingga kearifan lokal yang dimaksud akan benar-benar dilaksanakan dengan baik dan sesempurna mungkin, mencakup budaya 3 etnik yang ada di Bolsel.

    Ini sejalan visi Pemkab Bolsel dibawah kepemimpinan Hi Herson Mayulu SIP dan Drs Samir Badu MPd, yang saat ini sedang meletakkan pondasi pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan. Pelantikan Sangadi (Kepala Desa) misalnya, Pemkab Bolsel  telah melekatkan peran BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dengan melantik Sangadi melalui Sidang Paripurna Istimewa yang dipimpin BPD.

    Religius, Berbudaya tak lain merupakan sebuah tangga menuju masyarakat Bolsel yang Maju dan Sejahtera, sehingga butuh program aksi dengan kretifitas mumpuni demi mewujudkan visi Pemkab Bolsel ini. Jika tak salah, hampir seluruh daerah pemekaran di Bolmong Raya masi melek dengan persoalan Budaya, dan untuk menghidupkannya tentu harus dimulai dari sekarang, untuk selanjutnya dipelihara dan dilengkapi kekuranganya.

    Sejarah membuktikan banyak peradaban telah hilang karena tak mampu beradaptasi dengan perubahan dunia. rakyat yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan serta memanfaatkan peluang akan lebih unggul. Kurang lebih Ibnu Khaldun mengatakan, masyarakat hanya akan maju dan berkembang jika memiliki ilmu dan peradaban.(***)
    Comments
    0 Comments

    0 Responses to “14 Kembang Bang Tamsi = Penasaran + Penjelasan”

    Posting Komentar

    Disclaimer: Ini bukan situs resmi Pemkab Bolsel namun merupakan alternatif bagi yang ingin mengetahui tentang segala informasi Kab. Bolsel karena pengelola adalah Bagian Humas Setda Bolsel. Kirim saran & kritik anda ke: admin@bolsel.com