06 Desember 2011

1

RDTRK Menjadikan Bolsel Kiblat Sulut

  • 06 Desember 2011
  • humas
  • Bagikan
  •  Print Page
  • RDTRK adalah mimpi sekaligus doa dan wajib hukumnya diwujudkan, tugas Konsultan bukan menyerahkan tapi menjadikannya nyata. 
    (Danny Pomantou, Molibagu 01-12-2011)

    RDTRK Bolsel, molibagu, bolaang uki, tabilaa, kabupaten pemekaran, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel

    Catatan: Hendra Dj

    KAPASITAS Danny Pomantou dalam kancah rancang bangun tak meragukan lagi, lebih dari puluhan kota telah diwujudkannnya dalam perencanaan yang disebutnya mimpi, banyak daerah yang dibangun kemudian menyandang predikat sebagai daerah terbaik. Perencana asal Gorontalo yang lama berkutat sebagai Akademisi di Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, lengkap dengan Sertifikat Keterangan Ahli (SKA) di bidangnya di bidangnya ini, terjun secara profesional dalam dunia penataan ruang dan mendedikasikan keahliannya di seantero Indonesia hingga menyandang banyak prestasi.

    Ini kemudian mengilhami Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Pemkab Bolsel), menggaetnya sebagai perencana ibu kota dan pusat pemerintahan di Molibagu hingga Tabilaa, Kecamatan Bolaang Uki. Dalam seminar akhir Rencana Detail Tata Ruang Kawasan (RDTRK) Ibu kota dan Pusat Pemerintahan yang digelar Kamis (1/12/2011), di Aula Kantor Bupati Bolsel, banyak mimpi yang dituangkannya dalam slide presentasi, yang targetnya terwujud maksimal 20 tahun akan datang.

    Tentunya mimpi sekaligus doa ini menurut Danny, merupakan acuan pembangunan Pusat Pemerintahan dan Ibu Kota Bolsel ke depan, jika ini terwujud boleh jadi Bolsel akan menjadi Kiblat Sulut dalam pembangunan. Penasehat lima menteri ini mengurai mimpi ini secara terukur, dan meyakinkan warga dan Pemkab Bolsel bahwa akan membantu mewujudkannya kendati dari segi kontrak sebagai konsultan telah berakhir per Desember tahun ini.
    RDTRK Bolsel, molibagu, bolaang uki, tabilaa, kabupaten pemekaran, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Pernyataan menarik disampaikan Danny, bahwa dirinya sebagai konsultan punya beban moral menjadikan RDTRK pusat pemerintahan dan ibukota ini terwujud, karena tugas konsultan bukan sekedar menyerahkan hasil rancangannya melainkan jauh dari itu, untuk menjadikannya nyata. Dan letak geografis Bolsel dengan 90 persen perbukitan dan dataran hanya 10 persen, merupakan tantangan tersendiri baginya untuk menjadi sebuah kawasan pengembangan yang diperhitungkan di Sulut, Indonesia Timur bahkan nasional serta internasional.

    Kondisi Morfologi di Bolsel sendiri didominasi oleh wilayah berbukit dan bergunung yang berlereng terjal, daerah landai hanya merupakan wilayah sempit di sepanjang pesisir, dimana 30 persen dataran berawa 90 persen datar adalah lembah sempit pesisir, sementara 35 persen lereng untuk perlindungan kawasan di bawahnya, 8 persen lereng dimanfaat untuk pengembangan pemukiman, industri dan budidaya.

    Danny berkeinginan positioning Bolsel menjadi Pintu Gerbang Teluk Tomini (Tomini bay “gate”), Teras Selatannya Sulut (Sulut “south livingroom”), Teras Hijau Katulistiwa (Green equator terrace), Koridor Gunung Emas (Golden mountain  corridor), Lobi Garis Walacea (Wallace line lobby), Gerbang perikanan di Katulistiwa (The bay equator fish gate), Green waterfront corridor, Jendela Pantai Emas Katulistiwa (The  window of the golden bay  equator)  dan Kota Matahari (Solar city).

    Untuk menanggulangi ancaman bencana, Danny membuat waduk penahan banjir sekaligus mengukur tingkat pencemaran air, ada kebun raya (Seperti di Bogor) yang setelah dibangun Thomas Stanford Raffles, hingga kini tak ada daerah di indonesia yang membangunnya lagi. Dataran tinggi sendiri tetap dijaga, untuk menjadi daerah evakuasi bencana, baik tsunami, banjir dan gempa, dengan membuat jalan untuk mempermudah dan mempercepat akses.

    Kawasan ibukota sendiri, bakal cepat berkembang karena hanya radius 35 kilometer, selain itu akan dibangun jalan milik daerah, sehingga proses perencanaan pembangunannya lebih cepat tanpa menunggu dari APBN. Kawasan mangrove tetap dijaga bahkan ditambah banyak, untuk lebih menarik demi memajukan pariwisata pantai. Dibangun juga jalan dari Desa Tolodadu hingga Salongo Timur, kemudian pasar digeser ke pasar lama yakni Pasar Pintadia, karena lebih berkarakter apalagi jika dijadikan pasar seni.
    RDTRK Bolsel, molibagu, bolaang uki, tabilaa, kabupaten pemekaran, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel

    Menggeser Bukan Menggusur
    Menghindari isu nasional belakangan ini, tentang penggusuran, Danny memiliki solusi brilian yakni membangun tanpa menggusur. Lalu apa solusi yang ditawarkan Danny? Menurutnya yang paling sesuai adalah menggeser dimana bangunan yang telah ada tetap dipertahankan, hanya digeser sehingga lebih estetik.

    Ditegaskan Danny, menggeser dan menggusur berbeda jauh maknanya, karena menggusur meniadakan atau menghilangkan yang sudah ada (temasuk dipindah), sedangkan menggeser tetap menjaga yang ada namun dibuat lebih indah sesuai perencanaan. Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, Danny hakkul yakin RDTRK untuk pusat pemerintahan dan ibukota dalam waktu paling lama 20 tahun ke depan akan terwujud.

    Di Ibukota juga akan dibangun museum di Gedung Bobaida (saat ini Kantor DPRD Bolsel) jika telah dipindahkan di Desa Tabilaa, demikian juga situs sejarah seperti Istana Raja dan Pekuburan Raja semua akan dibangun lebih menarik lagi. Demikian juga dengan alun-alun akan lebih diperindah, kemudian kawasan ibukota menjadi daerah industri dan jasa, dengan memberdayakan penduduk setempat.

    Dalam konsep perencanaannya, Danny menegaskan mengedepankan kearifan lokal, sehingga warga ibukota tak perlu khawatir dengan penggusuran, karena yang akan diterapkan adalah penggeseran yang sangat manusiawi. Mengenai komplain adat baik tanah dan situs sejarah, Danny mengembalikannya kepada aturan yang berlaku dan kearifan masyarakat demi kemajuan Bolsel ke depan.

    Sekda Bolsel Drs Gunawan M Lombu MM mewakili Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu SIP mengatakan, baru 3 tahun bolsel dimekarkan dan sudah mampu menuntaskan pondasi pembangunan, dan ini lanjutnya patut menjadi kebanggaan. Dijelaskan Sekda, pembangunan dengan perencanaan memang mahal harganya, namun lebih mahal lagi jika pembangunan tanpa ada perencanaan.

    Jika Bolsel mau, maka apa yang dirancang konsultan ini bisa diwujudkan sebelum 20 tahun, namun dengan adanya RDTRK ini maka ke depan dalam melaksanakan pembangunan Pemkab Bolsel sudah memiliki acuan baik tata letak, ruang dan kawasan. Saat ini, Bolsel termasuk 100 daerah di Indonesia dan 6 daerah di Sulut yang telah menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan sudah dipresentasikan dan disetujui di Kementerian PU di Jakarta.

    RDTRK ini urai Sekda, merupakan kajian komprehensip, mulai dari ancaman bencana alam, tsunami, gempa, banjir, pencemaran, kebakaran hutan, termasuk juga potensi mulai dari keramahan warga, sumber daya alam, sumber daya manusia dan kekayaan alam lainnya yang dimiliki Bolsel, baik Hayati, dan lainnya.
    Comments
    1 Comments

    1 Responses to “RDTRK Menjadikan Bolsel Kiblat Sulut”

    Anonim mengatakan...
    17 Juni 2013 14.30

    Them model consists of solving lover product your moves flight equally
    as well as a shows improvements the company's hot temperature movement culinary level. Older people eat toasted bread completed inside of of various short minutes, however a whole lot to that oven. The particular usual triangular contains exactly that. The amount. Straight away, further function with a pasta printer for you to shoot and thus outline any kind of a soccer ball amongst money, otherwise work with heading pin number accomplished physically minus a device. Make sure make use of two to three Dutch stoves to your personal tenting cast iron cookware collection produce quite nice go camping images. Sitting for 6 males and females.

    my blog :: paula deen toaster egg cooker manual *http://toasterovensplus.com/*


    Posting Komentar

    Disclaimer: Ini bukan situs resmi Pemkab Bolsel namun merupakan alternatif bagi yang ingin mengetahui tentang segala informasi Kab. Bolsel karena pengelola adalah Bagian Humas Setda Bolsel. Kirim saran & kritik anda ke: admin@bolsel.com