30 November 2011

0

Rumput Laut Bolsel, Intan Yang Belum Terasah

  • 30 November 2011
  • Adnan Perambahan
  • rumput laut, seaweed, rumput laut seaweed  bolsel, algae, nelayan bolsel, kabupaten pemekaran, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Salah satu lokasi budidaya rumput laut di Bolsel.
    PARA investor budidaya rumput laut kini sudah bisa mengarahkan perhatiannya ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) untuk mendapat pasokan tumbuhan algae laut berkualitas karena ternyata di kabupaten pemekaran baru ini potensi pengembangannya masih sangat besar. Hal ini diungkap Kadis Perikanan dan Kelautan Bolsel, Dr. Ir. Suria Darwisito, M.Sc, Rabu (30/11) saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ke tanah Totabuan Selatan.

    Menurutnya, rumput laut (seaweed) yang jamak dimanfaaatkan sebagai bahan kosmetik dan farmasi banyak dibudidayakan oleh para petani nelayan di Bolsel. “Komoditi rumput laut sangat potensial di Bolsel karena begitu besar lahan yang bisa dikembangkan,” kata Darwisito. 

    Hanya saja masih perlu keterlibatan pihak swasta untuk menggarap potensi tumbuhan kenyal ini dalam skala yang lebih besar. “Kami membuka peluang seluas-luasnya kepada para investor membudidayakan rumput laut di Bolsel”, ujarnya. “Diharapkan dengan kedatangan investor bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai di Bolsel,” tukas Darwisito.

    "Namun, perlu juga untuk melestarikan terumbu karang, karena rumput laut akan tumbuh dengan baik dengan terumbu karang yang sehat," tambah mantan dosen Politeknik Negeri Manado ini.

    Diketahui, rumput laut memiliki keunggulan menjadi komoditas pilihan karena besarnya potensi wilayah laut, mudah dibudidayakan (45 hari), padat karya, permintaan pasar tinggi, selain bahan baku kosmetik, farmasi, dan makanan.(adnan)
    Selengkapnya...
    0

    Bupati-Wabup Berpartisipasi di Pilsang Desa Popodu

  • humas
  • pelantikan sangadi, kepala desa, desa popodu, molibagu, bolaang uki, BPD Bolsel, desa pemekaran, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    MEMILIH Sangadi (Kepala Desa); Sebagai penduduk Desa Popodu, Bupati Hi Herson Mayulu SIP, dan Wakil Bupati Drs Samir Badu MPd, ikut berpartisipasi pada Pemilihan Sangadi (Pilsang) Desa Popodu Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Selasa (29/11/2011) lalu, di Balai Desa Popodu. Dalam Pilsang ini Emil Mane terpilih sebagai Sangadi. Selanjutnya, Emil tinggal menunggu dilantik melalui Sidang Paripurna Istime Badan Perwakilan Desa (BPD) nanti, setelah bagian Pemdes Setda Bolsel memproses hasil sidang ini untuk dibuatkan SK Bupati. (Narasi n  photosoper: hendra.dj)
    Selengkapnya...

    28 November 2011

    0

    Bupati: Pemekaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan

  • 28 November 2011
  • humas
  • Meyambanga, Molosipat, Trans Patoa, pelantikan sangadi, kepala desa, BPD Bolsel, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Bupati Herson Mayulu saat meresmikan tiga desa pemekaran di Bolsel
    BUPATI Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Hi Herson Mayulu SIP, pada pelantikan Sangadi Meyambanga Rasod Botutihe dalam sidang Paripurna BPD Meyambanga, sekaligus peresmian tiga Desa Persiapan, Sabtu (26/11/2011) di Balai Desa Meyambanga Kecamatan Posigadan menyatakan, Desa merupakan pilar pembangunan, perannya sangat strategis dan vital dalam mensejahterahkan masyarakat.

    Tak hanya itu kata Bupati, desa merupakan garda terdepan pembangunan serta menjadi tolok ukur keberhasilan karena bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat. “Sebagai respon dari aspirasi masyarakat dalam tatanan demokrasi, hari ini diresmikan tiga desa persiapan, yaitu Desa Persiapan Meyambanga Timur, Desa Persiapan Molosipat Kecamatan Posigadan dan Desa Persiapan Trans Pato’a Kecamatan Bolaang Uki.

    Tujuan pemekaran lanjut Bupati, untuk mempermudah dan memperpendek rentang kendali pemerintahan, mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berharap pemekaran ini memberi dampak positif, dan bukan justru memicu perpecahan dengan desa sekitar terutama desa induk.

    Untuk itu urai Bupati, jalin terus komunikasi dan silaturahmi yang baik, karena perlu diingat, pemisahan hanya administrasi saja namun dari sisi emosional dan sejarah tak mungkin dipisahkan. Khusus untuk desa persiapan Molosipat, sebagai wilayah perbatasan, perankan posisi itu dengan berperan aktif menjaga dan membangun kerja sama yang baik dengan provinsi tetangga.

    Setelah diresmikan, Bupati berharap tahun depan desa-desa tersebut bisa dikukuhkan sebagai desa definitif. Adapun Pejabat Sangadi Molosipat Kecamatan Posidagan Anwar Stirman, Pejabat sangadi Meyambanga Timur Kecamatan Posidagan Sakrain Lasulika dan Pejabat Sangadi Tran Pato'a Kecamatan Bolaang Uki Ibrahim Antule.(hendra.dj)
    Selengkapnya...

    27 November 2011

    0

    APBD 2012 Bolsel Tercepat di Sulut

  • 27 November 2011
  • humas
  • Raskin Gratis, ADD Dinaikkan
    APBD Bolsel, APBD 2012, herson Mayulu, DPRD Bolsel, paripurna APBD 2012, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Sidang Paripurna APBD 2012 Bolsel
    PARIPURNA APBD 2012 Jumat (25/11/2011) sekitar pukul 19.00 Wita, di ruang Paripurna DPRD Bolsel, berhasil mencatat sejarah di Sulut, setelah berhasil menggodok APBD 2012 tercepat di tanah Bumi Nyiur Melambai. Menariknya, Beras Miskin (Raskin) yangh tahun sebelumnya harus dibeli, untuk tahun 2012 digratiskan, demikian juga dengan Alokasi Dana desa (ADD) mengalami ketambahan.

    Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu SIP dalam sambutannya saat Paipurna BPD Pelantikan Sangadi Desa Meyambanga menyatakan, telah diparipurnakannya APBD 2012 merupakan langkah maju, karena selain berpihak ke rakyat juga Bolsel telah memiliki pedoman anggaran pembangunan tahun depan. “Saya ingin sampaikan bahwa tahun depan bantuan Beras Miskin (Raskin) 100 persen disubsidi Pemkab Bolsel, artinya untuk rakyat miskin digratiskan jadi tidak ada lagi pungutan biaya apapun,” kata Bupati.

    Selain itu kata Bupati, untuk alokasi dana desa bertambah, sehingga kepada aparat yang bertugas menangani Raskin dan ADD, untuk bertindak benar dan disalurkan sesuai peruntukan. Kepada masyarakat Bupati berpesan agar mengawasi langsung dan laporkan jika ada pembagian raskin yang dipungut biaya dan tak sesuai aturan.

    Sedangkan APBD 2012 ini lanjut Bupati, tinggal dikonsultasikan dengan Gubernur di Pemprov Sulut, setelah itu setelah mendapat persetujuan dan koreksi maka tinggal dijalankan.(hendra.dj)
    Selengkapnya...
    0

    PKK Sulut: Bolsel Bisa Wakili Sulut di Ajang Nasional

  • humas
  • Lomba Hatinya PKK Tahunan Se-Provinsi
    tim penggerak PKK, PKK bolsel, dharma wanita, PKK Sulut, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Usai evaluasi di Desa Soguo, tim pemeriksa PKK Sulut berpose bersama
    TIM evaluasi Lomba Tahunan Tingkat Provinsi Sulut di bidang Hatinya PKK, Kamis (24/11) turun di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), untuk melakukan penilaian terhadap dua Desa yakni Desa Soguo dan Desa Tanganga Kecamatan Bolaang Uki. Tak pelak, PKK Sulut diwakili Ir Silce Worang Raintung dan Dra Voni Siwu Sumarau, selaku Ketua dan Sekretaris Pokja III, menilai bahwa Bolsel bisa mewakili Provinsi Sulut di ajang Nasional.

    “Kalau daerah lain bisa mewakili Sulut dan berhasil menjadi juara tingkat nasional, maka Bolsel juga bisa karena sebagai daerah baru kami lihat semangat dan kerja samanya sangat baik,” ujar Ketua dan sekretaris Pokja III PKK Sulut ini. Tak hanya itu, hasil door to door di rumah warga, telah nampak pekarangannya dipenuhi tanaman hias, obat dan buah-buahan, selain untuk keluarga jika berkelebihan bisa dijual untuk menambah penghasilan rumah tangga.

    Tim evaluasi Provinsi saat melakukan penilaian didampingi Tim Penggerak PKK Bolsel, yakni Sekretaris Dra Suhartini Damo dan Bendahara Dra Risnawati Mantang dan Dra Silvia Gobel bersama anggota mulai dari tingkat Kabipaten, Kecamatan dan Desa. Selain melakukan penilaian, kedatangan tim evaluasi PKK Provinsi ini sekaligus dimanfaatkan PKK Bolsel, untuk melakukan sosialisasi tentang makanan 3B yakni Bergisi, Beragam dan Bermanfaat serta Aman, kemudian soal penghijauan juga aneka ragam makanan dari ikan.

    Menurut Suhartini dan Risnawati, semua sosialisasi yang disampaikan Tim PKK Provinsi itu, semua ikut dilombakan, sehingga jika kali ini mereka memberikan sosialisasi sangat baik untuk mengembangkan PKK Bolsel ke depan. “Untuk hasil penilaian pada lomba tahun 2011 ini, nanti pada Maret 2012, sedangkan untuk aneka ragam makanan akan dilombakan pada Hari Pangan nanti,” ujar Risnawati yang juga Kadis Perhubungan Pariwisata dan Kominfo Bolsel ini.(hendra.dj)
    Selengkapnya...

    24 November 2011

    1

    Magis Pantai Bolsel dan Keindahan Terumbunya

  • 24 November 2011
  • humas
  • Coral akan mati meninggalkan bongkahan kalsium kapur (CaCO3) 
    berwarna putih jika perairan tidak segera mendingin 
    sesuai batasan hidupnya
     (Jones et al,1998; Hoegh-Guldberg & Jones, 1999).
    acropora, teluk tomini, fotografer, taman laut putri bangsawan, Pewarta Foto (PF)-PPWI, binereang, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Panorama Taman Laut Putri Bangsawan yang diabadikan Toar Pantow
    Catatan: Hendra Dj

    294 KILOMETER garis Pantai di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) bukan sekedar pantai biasa, sebagai laut di kawasan teluk Tomini Kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo ini, banyak tersimpan keindahan lautnya, mulai dari tumbuhan hingga hewan laut. Tak ada keraguan berkunjung di Bolsel, karena anda dijamin dengan eksotika dan kelangkaan bawah laut.

    Sangat beralasan jika Pewarta Foto (PF) menjadikan Modisi sebagai sasaran bidik para penggila kanvas elektronik bergambar alam,  karena di sini anda dimanjakan dengan terumbu karang bersusun yang indah dan jarang didapati di tempat lain.

    Tak hanya itu, pantai nan indah yang mulai kesohor, sebut saja, Binereang, Dami dan Modisi yang berada di Kecamatan Pinolosian bersatu, serta pantai pinolantungan, Ponii dan di Kecamatan Bolaang Uki demikian juga di Kecamatan Posigadan, merupakan gagasan warga setempat yang bahu membahu membangun fasilitas kawasan pantai untuk memanjakan pengunjung baik lokal maupun manca negara.

    Inisiasi warga ini berbuah manis, pra dan paska dimekarkannya Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) sebagai daerah otonom, satu persatu mulai dikenal dan dipadati pengunjung pencinta laut. Setelah otonom, suntikan perbaikan infrastruktur berlanjut mulai dari PNPM Lingkungan hingga Pemkab Bolsel.

    PF Kupas Tuntas Modisi
    Perlahan namun pasti, garis pantai Bolsel mulai dilirik para juru kamera, seperti Gerakan Peduli Lingkungan lewat Foto 2011, dalam ekspedisi bertajuk 12 Days Exploratory photo ekspedtion, 11-23 November 2011, dengan rute Sangihe, Minahasa dan Bolmong , Kamis (17/11) lalu, menjeljahi habis-habisan Pantai Modisi.

    Tak pelak, expedisi yang digagas Pewarta Foto (PF)-PPWI yang dikomandani Roni Buol, langsung memberikan sejumlah catatan penting, diantaranya Taman Laut Putri Bangsawan merupakan taman yang masih alami, belum terjamah dan perlu dilestarikan. “Taman Laut Putri Bangsawan menyimpan keindahan seperti Acropora, belum lagi ikan duyung (Dugong), ini perlu dijaga habitatnya agar Dugong bisa terbiasa dengan pengunjung,” kata Roni penuh kagum.
    acropora, pantai ponii, teluk tomini, fotografer, taman laut putri bangsawan, Pewarta Foto (PF)-PPWI, binereang, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Taman Laut Putri Bangsanwan di Pantai Modisi Desa Batu Hamba Kecamatan Pinolisian-Bolsel dipotret Toar Pantow
    Ekspedisi ini menurut Roni selaku kordinator team, sengaja mencari tempat unik dan belum terjamah fotografer lainnya, dan selang  dua hari berada di Bolmong khusunya di Bolsel ini, PF sangat terkesan dengan terumbu karang di Taman Laut Putri bangsawan ini. “Kami juga sengaja datang untuk melihat langsung Dugong (Putri Duyung) yang saat ini mulai langka, dan mungkin tinggal ada di Pantai Modisi ini,” kata Roni.

    Dijelaskan Roni, PF ekspedisi ini melibatkan 70 fotografer namun dibagi dalam tiga tim, dan khusus di Pantai Modisi ini menurunkan 14 fotografer dan ada beberapa nama yang dikenal master di bidangnya, diantaranya Toar Pantow dan Yudo Maramis  spesialis fotografer underwater. Toar sendiri usai menyelam dan melakukan pemotretan menyatakan, taman laut sangat indah dan luar biasa karena masih alami dan belum terjamah manusia.

    “Di sini kami masih bisa melihat Acropora sebuah terumbu karang bersusun piring, terumbu karang seperti ini sudah tak ada di tempat lain,” tegas Toar sembari membeber ada hama chots atau warga lokal menyebutnya sopa, yang bisa mengancam terumbu karang di Taman laut Putri Bangsawan Pantai Modisi. Selain itu, ada beberapa terumbu karang yang rusak akibat bom ikan, sehingga PF bersama PNPM Lingkungan, ikut memberikan masukan kepada warga agar menjaganya.

    Warga sendiri berterima kasih kepada pihak PF yang telah meluangkan waktu mengeksplorasi Taman laut ini, dan berharap bisa dipromosikan sehingga warga di sekitar Pantai Modisi ikut mendapat manfaat dari ekowisata ini. Warga juga meminta perhatian Pemerintah Kabupten (Pemkab) Bolsel, untuk terus meningkatkan Pantai Modisi, sementara pihak PNPM Lingkungan melalui Dharman Daeng Matara mengatakan, pihaknya 2009 bersama warga membangun pantai modisi, kemudian tahun berikutnya mendapat bantuan Pemkab untuk membangun pantai andalan Bolsel ini.

    Hama Terumbu Karang dan Isu Pemanasan Global
    Pemanasan global yang saat ini terjadi bukan hanya mengancam kehidupan manusia di atas permukaan tanah, namun juga mengancam ekosistem terumbu karang di bawah laut. Pemanasan global menyebabkan naiknya suhu dan permukaan air laut. Dasar lautan yang semakin dalam menyebabkan sinar matahari semakin sulit untuk menjangkau tempat hidup Algae dan coral.

    Hal ini tentu akan menganggu kemampuan zooxanthellae untuk berfotosintesis, yang akhirnya berdampak pada pasokan nutrisi dan warna karang serta dapat memicu produksi kimiawi berbahaya yang merusak sel-sel mereka. Coral akan mati meninggalkan bongkahan kalsium kapur (CaCO3) berwarna putih jika perairan tidak segera mendingin sesuai batasan hidupnya (Jones et al., 1998; Hoegh-Guldberg dan Jones, 1999).
    acropora, pinolantungan, teluk tomini, fotografer, taman laut putri bangsawan, Pewarta Foto (PF)-PPWI, binereang, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Hasil jepretan Jodha Tindas di Taman Laut Putri Bangsawan
    Demikian isu Pemanasan Global terhadap kerusakan terumbu karang berupa pemutihan pada terumbu, sempat mengusik sejumlah pencinta laut, sebagaimana dilansir SEA DRAGON sebuah situs dunia maya pemerhati Biologi, kelautan dan lingkungan. Banyak yang mengiyakan namun banyak juga belum yakin dengan penemuan ini, dan di Pantai Modisi semua itu terbantahkan.

    PF/PPWI dalam ekspedisi di Modisi ini, menghadirkan seorang Master Fotografer Underwater, Toar Pantow yang sejak awal tak begitu yakin dengan isu pemanasan global yang di posting di internet. Alasan yang dikemukannya cukup mendasar, karena saat memotret di taman Putri Bangsawan, Toar menyaksikan langsung adanya hama bernama Chot atau warga lokal menyebutnya Sopa. Hama ini, perusak terumbu sehingga jika tak dilakukan pencegahan dini, bukan tidak mungkin terumbu karang di Modisi  terancam punah.

    Penemuan Toar ini mematahkan anggapan seperti naiknya suhu dan permukaan air laut pada dasarnya merupakan dua kendala yang menjadi penyebab kerusakan dan kepunahan terumbu karang. Kendala tersebut juga memberikan dampak serius pada ekologi samudera dan yang paling penting ekosistem terumbu karang yang merupakan tempat tinggal berbagai macam mahluk hidup samudera.

    Hewan karang akan menjadi stres apabila terjadi kenaikan suhu lebih dari 2-3 derajat celcius di atas suhu air laut normal. Pada saat stress, pigmen warna (Alga bersel satu atau zooxanthellae) yang melekat pada tubuhnya akan pergi ataupun mati sehingga menyebabkan terjadinya bleaching (pemutihan).

    Secara Biologis 70-80 persen karang menggantungkan makanan pada alga tersebut, jadi mereka akan mengalami kelaparan ataupun kematian. Bila penyebab stress tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan kematian secara besar-besaran terhadap terumbu karang tersebut.

    Faktor-faktor penyebab pemucatan karang. Faktor-faktor tersebut meliputi: kenaikan suhu air laut, penurunan suhu air laut, radiasi sinar matahari (termasuk sinar ultraviolet dan PAR), kombinasi antara kenaikan suhu dan radiasi sinar matahari, penurunan salinitas dan infeksi bakteri.

    Perubahan salinitas yang drastis dan pendedahan terhadap logam tertentu atau bahan beracun juga dapat menyebabkan pemucatan karang (Hoegh-Guldberg1999). Radiasi sinar matahari (UV dan PAR) secara sinergis menyebabkan karang lebih mudah menderita pemucatan melalui pembentukan oksigen radikal. Karang yang terdedah pada radiasi sinar UV berlebihan mengalami pemucatan sebelum suhunya cukup panas untuk menyebabkan pemucatan karang (Goreau and Hayes 2005).
    acropora, teluk tomini, fotografer, taman laut putri bangsawan, Pewarta Foto (PF)-PPWI, binereang, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel
    Eksotika bawah laut Taman Putri Bangsawan-Pantai Modisi hasil bidikan Jodha Tindas
    Karang yang sedang mengalami stress kenaikan suhu air sangat sensitif terhadap radiasi sinar matahari.Mayoritas pemutihan karang secara besar-besaran dalam kurun waktu dua dekade terakhir ini berhubungan dengan peningkatan suhu permukaan laut (SPL) dan khususnya pada HotSpots (Hoegh-Guldberg, 1999).

    Hot Spot adalah daerah dimana SPL naik hingga melebihi maksimal perkiraan tahunan (suhu tertinggi pertahun dari rata-rata selama 10 tahun) dilokasi tersebut (Goreau dan Hayes, 1994). Apabila HotSpot dari 1°C diatas maksimal tahunan bertahan selama 10 minggu atau lebih, pemutihan pasti terjadi.

    Dampak gabungan dari tingginya SPL dan tingginya tingkat sinar matahari (pada gelombang panjang ultraviolet) dapat mempercepat proses pemutihan dengan mengalahkan mekanisme alami karang untuk melindungi dirinya sendiri dari sinar matahari yang berlebihan. (Glynn, 1996; Schick et al., 1996; Jones et al., 1998).

    Peristiwa pemutihan karang dalam skala besar dipengaruhi oleh naik-turunnya SPL, dimana pemutihan dalam skala kecil seringkali disebabkan karena tekanan langsung dari manusia (contohnya polusi) yang berpengaruh pada karang dalam skala kecil yang terlokalisir. Pada saat pemanasan dan dampak langsung manusia terjadi bersamaan, satu sama lain dapat saling mengganggu.

    Koloni karang yang telah memutih, baik yang mati seluruhnya atau hanya sebagian, lebih rapuh (rentan) terhadap perkembangan Algae yang berlebihan, penyakit dan organisme karang yang menjangkiti kerangka dan melemahkan struktur terumbu karang. Hasilnya adalah bilamana kematian tinggi, terumbu yang memutih berubah secara cepat dari warna putih salju menjadi abu-abu kecoklatan pupus seiring dengan perkembangan Algae menutupi mereka.

    Bila dampak pemutihan yang terjadi sangat parah, alga yang berkembang secara ekstensif dapat mencegah rekolonisasi karang-karang baru yang secara dramatis merubah pola-pola keanekaragaman jenis karang dan menyebabkan restrukturisasi komunitas tersebut.

    Hal di atas menggambarkan bahwa ekosistem laut seperti terumbu karang sangat rentan terhadap pemanasan global, yang pada akhirnya akan berdampak pada seluruh umat manusia di muka bumi, terutama kelompok masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Nelayan dan kaum miskin di wilayah pesisir akan menjadi korbannya. Jika terumbu karang mati maka ikan pun akan pergi.

    Hingga saat ini nelayan sudah semakin sulit menentukan kapan sebaiknya melaut karena ”musim” ikan semakin sulit diprediksi. Oleh karena itu, diperlukan adanya berbagai usaha untuk mengurangi pemanasan global di muka bumi ini.

    Jadi, jika ingin membuktikan apakah dampak pemanasan global yang mengakibatkan pemutihan pada terumbu karang laut, silahkan datang di Pantai Modisi dan menyelam di Taman Laut Putri Bangsawan, maka anda akan menemukan fakta ilmiah yang memukau. Karena terlihat jelas ada hama laut yang sedang menggerogoti kehidupan samudera, dan ini bisa dijadikan referensi keilmuan pencinta laut di mana pun berada.(***)
    Selengkapnya...

    22 November 2011

    0

    Sosialisasi Penyelenggaraan Penyiaran di Kab. Bolsel

  • 22 November 2011
  • Adnan Perambahan
  • sosialisasi UU penyiaran bolsel, dishubkominfo bolsel, KPID Sulut, UU 32 tahun 2002, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Humas Bolsel

    DISHUBKOMINFO Kab. Bolsel Selasa (22/11) menggelar sosialisasi perizinan lembaga penyiaran yang diikuti oleh pengusaha televisi berlangganan (TV kabel) dan radio, masyarakat umum serta PNS se-Kab. Bolsel. Dalam kegiatan ini, pihak Dishubkominfo Kab. Bolsel menghadirkan Komisi Penyiaran Independen Daerah (KPID) Sulawesi Utara sebagai pemateri yang memaparkan keberadaan UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

    "Kedatangan kami ke Bolsel ini dalam rangka mensosialisasikan UU Penyiaran sekaligus  memenuhi keinginan ataupun tuntutan dari lembaga penyiaran radio dan televisi untuk mendapatkan perizinan penyiaran," ujar Raymond Pasla, S.Sos, Ketua KPID Sulut.

    Lanjutnya, pelaksanaan sosialisasi ini memiliki tujuan sesuai amanat undang-undang dan peraturan KPID, dimana seluruh lembaga penyiaran baik televisi maupun radio, harus memiliki kelengkapan izin, sebelum beroperasi.

    “Saat ini menjamurnya stasiun radio serta televisi berlangganan (TV kabel), harus disertai izin. Dan diharapkan sosialisasi aturan ini dapat memberikan motivasi kepada pemilik lembaga penyiaran, untuk melengkapi operasional dengan izin, sebab jika ke depan dilakukan penertiban, seluruhnya telah berizin dan tidak dipermasalahkan,” jelas Pasla.

    Sementara itu, Bupati Hi Herson Mayulu SIP dalam sambutan yang dibacakan Sekda Drs Gunawan M Lombu, MM menyambut baik kegiatan sosialisasi ini dan berharap para peserta dapat memahami tahap-tahap prosedur perizinan lembaga penyiaran. Bupati juga mendorong pihak swasta mendirikan stasiun radio komunitas yang menyiarkan dinamika kemasyarakatan Kab. Bolsel sekaligus mendukung visi Kab Bolsel yang religius,  berbudaya maju dan sejahtera.(adnan)
    Selengkapnya...

    18 November 2011

    0

    Pewarta Foto Jelajahi Eksotika Taman Laut Modisi

  • 18 November 2011
  • humas
  • Putri Duyung dan Acropora pikat Fotografer Pro

    ekspedisi modisi, fotografer, taman laut putri bangsawan, Pewarta Foto (PF)-PPWI, Bolsel, Bolaang Mongondow Selatan, Pinolosian, posigadan, Humas Bolsel

    GERAKAN Peduli Lingkungan lewat Foto 2011, dalam ekspedisi bertajuk 12 Days Exploratory photo expedtion, 11-23 November 2011, dengan rute Sangihe, Minahasa dan Bolmong , Kamis (17/11) tiba di Pantai Modisi. Tak pelak, ekspedisi yang digagas Pewarta Foto (PF)-PPWI, langsung mengeksplorasi eksotika Taman Laut Putri Bangsawan di Pantai Modisi Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

    Ekspedisi ini menurut Roni Buol selaku kordinator tim, sengaja mencari tempat unik dan belum terjamah fotgrafer lainnya, dan selang dua hari berada di Bolmong khusunya di Bolsel ini, PF sangat terkesan dengan terumbu karang di Taman Laut Putri bangsawan ini. “Kami juga sengaja datang untuk melihat langsung Dugong (Putri Duyung) yang saat ini mulai langka, dan mungkin tinggal ada di Pantai Modisi ini,” kata Roni.

    Dijelaskan Roni, PF ekspedisi ini melibatkan 70 fotografer namun dibagi dalam tiga tim, dan khusus di Pantai Modisi ini menurunkan 14 fotografer dan ada beberapa nama yang dikenal master di bidangnya, di antaranya Toar Pantow dan Yudo Maramis spesialis fotografer underwater. Toar sendiri usai menyelam dan melakukan pemotretan menyatakan, taman laut sangat indah dan luar biasa karena masih alami dan belum terjamah manusia.

    “Di sini kami masi bisa melihat Acropora sebuah terumbu karang bersusun piring, terumbuh karang seperti ini sudah tak ada di tempat lain,” tegas Toar sembari membeber ada hama chots atau warga lokal menyebutnya sopa, yang bisa mengancam terumbu karang di Taman laut Putri Bangsawan Pantai Modisi. Selain itu, ada beberapa terumbu karang yang rusak akibat bom ikan, sehingga PF bersama PNPM Lingkungan, ikut memberikan masukan kepada warga agar menjaganya.

    Warga sendiri berterima kasih kepada pihak PF yang telah meluangkan waktu mengeksplorasi Taman laut ini, dan berharap bisa dipromosikan sehingga warga di sekitar Pantai Modisi ikut mendapat manfaat dari ekowisata ini. Warga juga meminta perhatian Pemerintah Kabupten (Pemkab) Bolsel, untuk terus meningkatkan Pantai Modisi, sementara pihak PNPM Lingkungan melalui Dharman Daeng Matara mengatakan, pihaknya 2009 bersama warga membangun pantai modisi, kemudian tahun berikutnya mendapat bantuan Pemkab untuk membangun pantai andalan Bolsel ini.(hendra.dj)
    Selengkapnya...

    01 November 2011

    0

    Pemkab Berlakukan Absen Sidik Jari

  • 01 November 2011
  • humas
  • PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), jika tak ada aral melintang dalam waktu dekat memberlakukan absen sidik jari. Perangkat untuk absen sidik jari ini pun telah disiapkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bolsel, melalui Bagian Umum Setda Bolsel.

    Buktinya, sejak Rabu (25/10) lalu, sejumlah PNS di lingkup Setda Bolsel, mulai mengambil sampel sidik jari, untuk didaftarkan ke dalam perangkat tersebut. Disampaikan Sekda Bolsel, Gunawan M Lombu, bahwa keberadaan absen sidik jari ini, untuk meningkatkan kedisiplinan PNS, sehingga PNS yang mangkir dari tugas dapat terpantau.

    “Pemkab Bolsel telah menyiapkan perangkat untuk absen sidik jari, sehingga diharapkan PNS lebih disiplin dan dapat melaksanakan tugas sesuai tugas pokok dan fungsinya,” ujar Lombu. Tak hanya itu, keberadaan perangkat absen sidik jari ini, membuktikan komitmen Pemkab Bolsel untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Sementara ini lanjut Lombu, baru diterapkan di lingkup setda dan Dinas/Badan sekitar kantor Bupati itu, namun selanjutnya juga akan diterapkan pada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Bolsel.(hendra.dj)
    Selengkapnya...
    Disclaimer: Ini bukan situs resmi Pemkab Bolsel namun merupakan alternatif bagi yang ingin mengetahui tentang segala informasi Kab. Bolsel karena pengelola adalah Bagian Humas Setda Bolsel. Kirim saran & kritik anda ke: admin@bolsel.com